Peresmian Kantin Biru - Yayasan Barunawati Biru Surabaya oleh Pendiri YBBS
Kantin sekolah memberikan peluang untuk mengembangkan tingkah laku dan kebiasaan positif di kalangan siswa. Kantin diperlukan karena tempat itu sebagai tempat melepas lelah para siswa-siswi setelah melaksanakan proses belajar mengajar.
Perlu disadari, pada periode tahun 2010 sampai dengan 2035, investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan SDM sebagai upaya menyiapkan generasi 2045 tengah dilakukan, yaitu 100 tahun Indonesia Merdeka, dengan menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi. Sudah menjadi kebiasan para pelajar SD, SMP, SMA dan SMK, terutama yang bersekolah pada pagi hari, sering melupakan pentingnya sarapan pagi. Mengingat pentingnya sarapan pagi bagi anak didik, peranan para pengelola kantin sekolah, yang selama ini secara selektif menyediakan aneka makanan dan minuman layak konsumsi, sehat, bergizi, dan dengan harga terjangkau oleh para pelajar, memberikan andil terhadap meningkatnya kualitas pendidikan di Ibukota. Dalam hubungan inilah, Ketua Yayasan Biru Barunawati Surabaya atau yang sering disebut YBBS, Drs Iwan Sabatini, M.Si mengatakan, layanan kantin di sekolah memiliki andil untuk membentuk kualitas SDM dan derajat kesehatan para anak didik, melalui penyediaan aneka makanan yang diperjual-belikan selama proses belajar berlangsung. “Peran kantin sekolah, yang diperkirakan mampu menyediakan sekitar 25 persen makanan keluarga untuk para pelajar, akan memberi arti dan manfaat, apabila aneka makanan yang disediakan, memiliki kandungan gizi tinggi, sehat dan layak konsumsi,” kata Iwan Sabatini, disela-sela pembukaan “Kantin Biru”, Rabu (1/3/2023). Dikatakan Iwan – panggilan akrab, sebagai bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan, kantin sekolah harus mampu mendidik pelajar menjauhkan diri dari sifat-sifat buruk, menanamkan nilai-nilai kebaikan, jujur, disiplin waktu, tertib organisasi, dan mendidik untuk melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Disebutkan, bahwa salah satu yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah adalah status kesehatan peserta didik dan kondisi lingkungan sekolah itu sendiri. Seperti yang kita ketahui masalah kesehatan di sekolah merupakan sesuatu yang kompleks dan bervariasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan peserta didik itu, Sekretaris Pembina YBBS, Drs Tarjono R, MM, dengan dibukanya Kantin Biru ini, diharapkan meningkatkan derajat kesehatan warga sekolah. Oleh karena itu, Kantin juga sebagai ujung tombak pembelajaran yang membawa sebuah perubahan yang menjadikannya sebagai pembiasaan yang berlanjut membentuk sebuah karakter. Upaya untuk mencapai itu semua, kata Tarjono, sekolah tempat dimana penulis mengabdikan diri, melakukan beberapa kegiatan pembelajaran nyata dengan cara menerapkan pengelolaan kantin yang baik. Kedepannya, kata Tarjono, dalam pengelolaan kantin tersebut perlu dibentuk Kepengurusan Kantin dari tenaga Guru dimaksudkan sebagai wujud sebuah organisasi yang dikelola secara bersama, SOP (Standart Operasional Prosedur) merupakan petunjuk operasional yang harus dilaksanakan secara sistematis selama di kantin. Artinya semua warga sekolah utamanya peserta didik belajar menerapkan sesuai prosedur diantaranya mencuci tangan sebelum memasuki area kantin. Nah, di sini ada pendidikan kesehatan, memesan makanan dengan mengantri berarti melatih ketertiban, cara makan dengan diawali berdoa dan sikap yang baik merupakan penerapan karakter religius dan kesopanan, mengembalikan alat makan pada tempatnya menanamkan kebersihan dan menghargai orang lain serta tanggungjawab, membayar makanan yang dipesan merupakan penanaman karakter jujur dan memastikan bahwa makanan yang dimakan halal. Apa lagi waktu belajar peserta didik berada di sekolah cukup lama sekitar lima sampai dengan delapan jam sehari. Sehingga sekolah ikut bertanggung jawab terhadap kesehatan peserta didik. Perilaku hidup sehat dan makanan yang dibeli oleh peserta didik dan guru selama berada di sekolah harus menjadi perhatian yang serius bagi guru-guru yang berada di sekolah. Kantin sekolah merupakan salah satu fasilitas pendukung yang berada di sekolah yang memiliki peran penting dalam menyiapkan makanan yang diperlukan bagi peserta didik dan guru selama di sekolah. Paling tidak, kata Iwan, terdapat dua peran penting mengapa kantin sekolah itu menjadi fasilitas yang sangat perlukan di sekolah. Pertama, peran dalam konteks kesehatan warga sekolah, yang kedua berperan penting dalam konteks pendidikan. Kondisi kesehatan warga sekolah, baik itu pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik menjadi sesuatu yang penting dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar selama di sekolah. “Oleh karena itu, Kantin Biru yang baru diresmikan ini, diharpkan mampu memberikan salah satu kerhasilan proses belajar mengajar di lingkungan sekolah YBBS,” ujarnya. pada kesempatan yang sama akan Membentuk Kualitas Pelajar “Kantin Biru” Kantin sekolah memberikan peluang untuk mengembangkan tingkah laku dan kebiasaan positif di kalangan siswa. Kantin diperlukan karena tempat itu sebagai tempat melepas lelah para siswa-siswi setelah melaksanakan proses belajar mengajar. Ketua Pendiri YBBS, Ibu Nonny Djarwo Surjanto menggunting pita dibukanya “Kantin Biru” YBBS, Rabu (1/3/2023) Disela-sela pembukaan “Kantin Biru” YBBS juga dilakukan pemberian cinderamata kepada pendiri YBBS yang kebetulan bertepatan hari ulang tahun pada bulan Pebruari 2023, yakni Ibu Nonni Djarwo Surjanto, R Tarjono, dan Iwan Sabatini (dikutip dari Trans & Log)